Ngaji Gender


Ngaji Gender adalah ruang belajar dua bulanan yang kami rancang dengan bahasa yang dekat dengan keseharian masyarakat Jember. Kami memilih kata “ngaji” karena ia akrab, membumi, dan mengandung makna belajar bersama.



Dalam setiap pertemuan, kami membahas isu gender melalui buku, film, pengalaman hidup, dan dialog terbuka. Kami mengundang komunitas tuli dan menyediakan juru bahasa isyarat sebagai bagian dari komitmen inklusivitas. Di ruang ini, tidak ada yang paling benar. Kami saling mendengar, saling bertanya, dan bertumbuh bersama.
Ngaji Gender adalah pengingat bahwa memahami gender bukan soal memenangkan argumen, melainkan membuka ruang percakapan yang setara.


